SEKILAS INFO
15-05-2021
  • 1 tahun yang lalu / Informasi PPDB dapat melihat pengumuman di sekolah dan dapat mengunjungi website www.depok.siap-ppdb.com
  • 2 tahun yang lalu / Terima kasih telah mengunjungi website resmi SMP Negeri 25 Depok
25
Okt 2018
0
Kaum Millenial dan Tokoh Idola nya

 

Oleh: Ndira Aulina Ichtafia, S. Pd

Saya jadi teringat ucapan salah seorang guru besar di salah satu Universitas di Jakarta, bahwa ada tiga macam pengaruh dari seseorang kepada orang lain: Ketundukan (compliance), Internalisasi (Pengaruh yang Lebih Dalam), Identifikasi (Membentuk identitas diri). Dari ketiga hal ini dapat kita ambil sedikit pemahaman bahwa tindakan dan ucapan orang lain bisa sangat mempengaruhi manusia lainnya. Hingga muncul kemudian, setiap orang berusaha untuk “ be like or actually to be the other person”, ingin seperti orang lain atau betul-betul menjadi fotocopy dari orang itu.

Hal ini menjadi wajar selama orang yang kita jadikan acuan setiap pergerakannya dapat membawa hal positif, as we know..kaum millenial adalah kaum muda yang menuntut eksistensi dirinya diakui oleh orang lain, seperti dalam banyak kisah kita dengar seseorang yang maju dan sukses tidak terlepas dari berbagai tokoh inspiratif yang ia jadikan sebagai influencer, contoh lain dalam dunia musik kebanyakan vokalis band memiliki tokoh influencernya sendiri hingga membentuk karakternya menjadi seperti yang ia nisbahkan, Momo ‘Geisha’ misalnya, yang menjadikan Hayley Williams Paramore sebagai sosok yang ia jadikan panutan, terlebih bagi generasi millenial di zaman serba melek tekhnologi ini, everyone knows what happened to the world..anak-anak remaja bebas berselancar di dunia maya dan menemukan banyak sosok yang awalnya mereka kagumi hingga segala tingkah lakunya mengundang perhatian mulai dari gaya berpakaian hingga ingin menjadi sosok yang mereka idolakan tanpa lagi mampu mencari pembeda antara yang baik dan buruk.

Namun, benarkah hal-hal tersebut? contoh-contoh diatas adalah gambaran kaum millenial yang tak lagi menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupannya, lantas bagaimana dengan generasi millenial muslim saat ini? Siapakah yang dapat mereka jadikan teladan di tengah hiruk pikuknya berbagai pola-pola pengikisan akhlak dan aqidah saat ini?

Allah swt telah menjelaskan dalam firman-Nya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.(QS. Al-Ahzab 33:21)

Di dalam islam, telah ada sosok manusia mulia dan kepopulerannya tak pernah luruh oleh zaman, namanya terus diperdengarkan, ajarannya tetap hidup dan menerangi hati para kaumnya. Ialah sosok Nabi Mulia yang sudah jelas dinyatakan sebagai sumber dari segala nilai-nilai akhlakul karimah yang sudah sepantasnya diteladani oleh manusia.

Satu hal yang logis dan fakta yang tidak terbantahkan bahwa Rasulullah saw adalah teladan kita dalam segala aspek kehidupan salah satunya dalam  berakhlak dan beretika, yakni merupakan sumber keteladanan dalam penerapan etika di kalangan kaum muslimin periode awal di Makkah.

Bahkan, dalam kaitan ini para pakar bersepakat dengan menggunakan berbagai tolak ukur untuk mengakui beliau sebagai manusia teragung yang pernah dikenal oleh sejarah kemanusiaan, demikianlah kesimpulan Thomas Carlyle dalam bukunya On Heroes, Hero, Worship and the Heroes in History dengan menggunakan tolak ukur kepahlawanan, Michael Heart dalam bukunya tentang Seratus Tokoh Dunia Yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah, dengan tolak ukur pengaruh serta sederetan pakar lainnya. Berdasar pada komentar di atas pula, M. Quraish Shihab sampai pada kesimpulan: “Mustahil bagi siapapun yang mempelajari kehidupan dan karakter Muhammad saw, hanya mempunyai perasaan hormat saja terhadap Nabi mulia itu. Ia akan melampauinya sehingga meyakini bahwa beliau adalah salah seorang Nabi terbesar dari sang Pencipta.”  

Kendati demikian, tidak mudah untuk meyakinkan kaum millenial untuk menyadari nilai-nilai teladan sang Nabi dan mengimplementasikannya dalam kehidupan ketimbang terus berkiblat pada tokoh idola yang hanya sekedar mengundang dampak negatif yang tidak berarti. Untuk itu, sudah seyogyanya kita membuka mata dan hati menjadi umat Nabi Muhammad SAW yang menerapkan nilai luhur dalam segala aspek kehidupan, dalam berbangsa, bernegara, berteman, bertetangga, bahkan dalam hal-hal yang remeh yang selama ini tidak kita sadari. Tentunya melalui keteladanan Nabi Muhammad SAW kita dapat menyongsong hari esok dan masa depan yang lebih cerah dengan kelapangan hati dan pemikiran yang terbuka melalui pembelajaran sikapnya dalam menghadapi kawan, lawan dan segenap makhluk bumi.

Saya sadari betapa membosankannya bagi para generasi millenial untuk terus berkutat pada nasihat-nasihat lama. Namun, jika mata dan pendengaran tak mampu mengetuk ruang dalam hati kita untuk menyadari bahwa ada sosok luar biasa yang dikagumi dunia untuk kita jadikan sebagai teladan, semoga melalui tulisan ini hati mampu menerangi setiap sudut gelap didalamnya.

 

 

 

Pengumuman

PPDB KOTA DEPOK 2020

CEK NILAI RAPORT KESELURUHAN KELAS IX TP. 2018-2019

RECRUITMENT PERSONEL DJIGO BAND